The Inner Light

April 22nd, 2007 by sanguinius

Untuk semua wanita yang pernah hadir dalam hidup, wanita-wanita tegar penegak raga, pembangun jiwa, sumber kehidupan, dan kehidupan itu sendiri, tempat hati berlabuh, tempat ketenangan berada, memulihkan hati yang terluka, mencairkan kebekuan hati dengan kehangatan, menjaga kesucian dengan kebajikan, menentang ketidakadilan dengan kelembutan, untuk semua wanita yang pernah hadir dalam hidupku,

Selamat Hari Kartini

The Inner Light

April 22nd, 2007 by sanguinius

Untuk semua wanita yang pernah hadir dalam hidup, wanita-wanita tegar penegak raga, pembangun jiwa, sumber kehidupan, dan kehidupan itu sendiri, tempat hati berlabuh, tempat ketenangan berada, memulihkan hati yang terluka, mencairkan kebekuan hati dengan kehangatan, menjaga kesucian dengan kebajikan, menentang ketidakadilan dengan kelembutan, untuk semua wanita yang pernah hadir dalam hidupku,

Selamat Hari Kartini

Vision Of Division

April 14th, 2007 by sanguinius

Tentang pemahaman.

mungkin terkadang terbersit di pikiran, apakah sesuatu benar? atau sesuatu salah? tapi berdasarkan asam garam kehidupan saya, tidak ada orang yang salah.  buang parameter benar-salah ketika melihat suatu kejadian. setiap orang benar menurut standar dirinya masing-masing. setiap orang mengusung nilai kebenaran yang berbeda. polisi menganut "siapa bersalah, tangkap!". penjahat mungkin mengusung "kita melawan hukum karena hukum itu sendiri tidak layak dipakai". dan ketika kita melihat sesuatu tanpa memakai parameter benar-salah, yang ada tinggal alasan kenapa perbuatan ini terjadi. tidak ada perbuatan yang terjadi tanpa alasan. kembali lagi, seorang penjahat paling bengis pun punya alasan kenapa dia berbuat jahat. lalu pahamilah alasan itu. buat titik temu. luruskan masalah. lihat sesuatu secara keseluruhan.

*mencoba memahami*

Nowhere Man

April 10th, 2007 by sanguinius

seorang Pengembara dan seorang Petani bertemu di padang rumput. si Petani mengamati wajah si Pengembara, lalu

tersentak dan berucap,
Petani      :  "apakah tuan Penguasa Dunia?"
Pengembara:  "aku adalah bukan siapapun, berasal dari tanah tak bernama, dan pergi mencari diriku."
Petani    :  "tuan adalah Penguasa Dunia, yang sabdanya membalikkan lautan dan meruntuhkan gunung-gunung."
Pengembara:  "aku adalah bukan siapapun, mengembara tanah kosong, membuang cintaku, untuk diriku."
Petani    :  "tuan adalah Penguasa Dunia, yang menaklukkan tiap jengkal tanah yang dilaluinya." 
Pengembara:  "aku adalah bukan siapapun, menukar dirinya demi kefanaan tapi tidak bisa menukar kefanaan dengan

dirinya sendiri.
Petani    :  "apakah dahulu tuan adalah Penguasa Dunia?"
Pengembara:  "dulu orang-orang memanggilku demikian."
Petani    :  "sekarang?"
Pengembara:  "aku adalah bukan siapapun, berasal dari tanah tak bernama, dan pergi mencari diriku."
lalu si Pengembara pun pergi, tanpa tujuan.

All Together Now

April 10th, 2007 by sanguinius

sambil menghimpun semesta
seraya berucap
"Bismillahir-Rahmaanir-Rahiim,
dengan ini,
aku
ingin
menjadi
lebih
baik
karena-Mu",
dan kumantapkan tekadku

Rainy Days & Mondays

April 3rd, 2007 by sanguinius

senin, 2 April 2007, sehari sesudah perayaan April Fool.

terjadi lagi? itulah kenyataannya. argh, lupakan saja, luapkan saja, meskipun berat. walaupun beratnya dunia masih terasa ringan. sekali lagi, mencari tanpa harapan. ke sela-sela rerumputan, ke liang terdalam. nihil. sekali lagi, berjalan sendiri, di tengah rintik hujan, bertahan. sekali lagi, aku menyerahkan impianku. pergi jauh, diiringi senyum kecut. apakah aku salah? atau apakah aku yang terlalu lemah? pertanyaan bodoh. memang. mungkin.

And Your Bird Can Sing

February 9th, 2007 by sanguinius

suatu frase dari "Strawberry Fields Forever" mengalun tiba-tiba ketika aku lari menuruni tangga himpunan. potongan

lagu yang mengalun dengan jelas, bahkan ketika tiada earphone, iPod, ataupun sound system super canggih. mengalun

dengan lebih indah, lebih jelas, lebih menyampaikan maknanya. mungkin itulah musik yang sesungguhnya, langsung

menembus ke hati, menyegarkan jiwa, tanpa batasan medium, mengalahkan kebisuan. aku yakin.

The Fool On The Hill

February 9th, 2007 by sanguinius

ada suatu saat ketika sesuatu di dalam diriku menggelat dengan liar. sesuatu dalam diriku berdebar ketika mengingatnya. bereaksi ketika melihatnya. tersentak mendengar suaranya. rasanya seperti membangkitkan kembali layla dan majnun, mengembalikan kebesaran romeo dan juliet, suci seperti yusuf dan zuleiha. perasaan itu menyebar mengalahkan ego "aku hanya milikku". bahkan ketika tahu perasaan itu tidak mungkin sampai. tapi satu yang jelas: aku hanya ingin yang terbaik untuknya. aku hanya ingin dia bahagia.

Workingman’s Blues #2

January 4th, 2007 by sanguinius

There’s an evening haze settling over town
Starlight by the edge of the creek
The buying power of the proletariat’s gone down
Money’s getting shallow and weak
Well, the place I love best is a sweet memory
It’s a new path that we trod
They say low wages are a reality
If we want to compete abroad

My cruel weapons have been put on the shelf
Come sit down on my knee
You are dearer to me than myself
As you yourself can see
While I’m listening to the steel rails hum
Got both eyes tight shut
Just sitting here trying to keep the hunger from
Creeping it’s way into my gut

Meet me at the bottom, don’t lag behind
Bring me my boots and shoes
You can hang back or fight your best on the frontline
Sing a little bit of these workingman’s blues

Well, I’m sailing on back, ready for the long haul
Tossed by the winds and the seas
I’ll drag them all down to hell and I’ll stand them at the wall
I’ll sell them to their enemies
I’m trying to feed my soul with thought
Going to sleep off the rest of the day
Sometimes no one wants what we got
Sometimes you can’t give it away

Now the place is ringed with countless foes
Some of them may be deaf and dumb
No man, no woman knows
The hour that sorrow will come
In the dark I hear the night birds call
I can feel a lover’s breath
I sleep in the kitchen with my feet in the hall
Sleep is like a temporary death

Well, they burned my barn, and they stole my horse
I can’t save a dime
I got to be careful, I don’t want to be forced
Into a life of continual crime
I can see for myself that the sun is sinking
How I wish you were here to see
Tell me now, am I wrong in thinking
That you have forgotten me?

Now they worry and they hurry and they fuss and they fret
They waste your nights and days
Them I will forget
But you I’ll remember always
Old memories of you to me have clung
You’ve wounded me with your words
Gonna have to straighten out your tongue
It’s all true, everything you’ve heard

In you, my friend, I find no blame
Wanna look in my eyes, please do
No one can ever claim
That I took up arms against you
All across the peaceful sacred fields
They will lay you low
They’ll break your horns and slash you with steel
I say it so it must be so

Now I’m down on my luck and I’m black and blue
Gonna give you another chance
I’m all alone and I’m expecting you
To lead me off in a cheerful dance
I got a brand new suit and a brand new wife
I can live on rice and beans
Some people never worked a day in their life
Don’t know what work even means.

lyrics & song by Bob Dylan

Love Me Tender

December 25th, 2006 by sanguinius

Aku cinta ITB dengan segala bangunannya dan pepohonan di dalamnya. aku cinta ITB dengan istana rektornya, berbagai macam labnya, dan semua ruang kuliahnya. aku cinta ITB dengan semua himpunan mahasiswanyanya. aku cinta ITB dengan tempat parkirnya yang macet dan wc-wcnya yang kumuh. aku cinta ITB dengan semua ranjau dari kudanya dan bom kotoran dari burung koak yang berseliweran. Aku cinta ITB.

Aku cinta ITB dengan segala macam karakteristik mahasiswanya. aku cinta ITB dengan kejeniusan semua penghuninya. aku cinta ITB dengan semua trik mencontek para mahasiswanya. aku cinta ITB dengan geliat kehidupan malamnya. aku cinta ITB dengan semua kegiatan ospeknya. aku cinta ITB dengan semua keanehan mahasiswanya. Aku cinta ITB.

Aku cinta ITB dengan segala kehidupannya. aku cinta ITB dengan semua aktivitas kampusnya. aku cinta ITB dengan semua kebijakan aneh dari rektoratnya. aku cinta ITB dengan sikap militansinya. aku cinta ITB dengan apatismenya. aku cinta ITB dengan oportunitismenya. aku cinta ITB dengan semua unit kegiatannya. Aku cinta ITB.

If it’s ITB, it matters.